Operasi Caesar: Dapatkah Meningkatkan Risiko Alergi pada Anak?

Oleh Anisa Rahmadani | 16 May 2019
Operasi Caesar: Dapatkah Meningkatkan Risiko Alergi pada Anak?

Oleh: dr. Giovanni Gilberta

 

Alergi pada anak dicetuskan berbagai faktor. Salah satu faktor yang dikemukakan para ahli adalah cara kelahiran. Tahukah Bunda? Anak yang lahir secara caesar dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami alergi dibandingkan dengan anak yang lahir normal?

Sebuah penelitian dilakukan di Yunani dan melibatkan 459 anak. Hasilnya menunjukkan, anak yang lahir secara caesar lebih banyak yang berpotensi mengalami alergi makanan pada masa kanak-kanak dibandingkan anak yang lahir normal. Risiko lebih besar apabila terdapat minimal satu orang tua memiliki riwayat alergi dibandingkan anak yang lahir normal dari orang tua yang tidak memiliki riwayat alergi.1

Anak yang lahir secara caesar dan memiliki ibu dengan riwayat alergi dapat memiliki risiko tujuh kali lebih besar untuk mengalami alergi telur, ikan atau kacang.2

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat juga menunjukkan hal serupa. Studi dilakukan pada 8.953 anak berusia 3-10 tahun dan dilakukan penelusuran penyakit alergi, serta cara persalinan mereka dari rekam medis. Anak yang dilahirkan secara caesar kemungkinan dapat meningkatkan risiko rhinitis alergi pada masa kanan-kanak.3

Keterkaitan alergi dan caesar pada anak dapat dijelaskan dengan berbagai teori, antara lain:

  1. Teori higienitas3

Peningkatan prevalensi penyakit alergi terjadi karena berkurangnya paparan mikroorganisme di awal kehidupan yang akan memengaruhi reaksi sistem imun terhadap alergen yang potensial. Pada persalinan normal terjadi perpindahan bakteri dari vagina dan anus ibu ke usus bayi lebih banyak dibandingkan dengan operasi caesar. Bakteri tersebut dapat memberikan sinyal pada sistem imun agar dapat menoleransi paparan yang ada di lingkungan sehingga mengurangi risiko terjadinya alergi.

  1. Perbedaan maturitas sistem imun4

Saat persalinan normal, kontraksi rahim akan meningkatkan stres pada bayi. Kondisi stres merangsang bayi memproduksi hormon stres yang disebut sebagai kortisol. Hormon tersebut berfungsi maturasi berbagai organ, termasuk organ yang terlibat dalam sistem imun. Bayi yang dilahirkan secara caesar akan mengalami lebih sedikit stres sehingga produksi hormon kortisol juga lebih minimal. Hal ini mengakibatkan adaptasi dan maturasi sistem imun akan terhambat dan risiko alergi meningkat.   

  1. Flora normal dalam usus3

Saat bayi dilahirkan secara normal, ia akan mendapatkan flora normal usus dari bakteri yang ada di vagina ibu. Flora normal yang didapatkan serupa dengan flora yang ada di usus ibu.

Pada bayi yang dilahirkan secara caesar, flora usus didapatkan dari kontak kulit dan lingkungan sehingga terjadi perbedaan flora usus, terutama berkurangnya bakteri baik, seperti Bifidobacteria, Lactobacillus, dan Bacteroides. Padahal, bakteri baik pada usus dapat mengurangi risiko terjadinya alergi.

Meski beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko alergi terkait cara kelahiran caesar, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Faktor risiko yang sudah dapat dipastikan terkait alergi anak, antara lain riwayat alergi pada keluarga (ayah/ibu/saudara kandung), paparan asap rokok saat kehamilan atau bayi, pemberian ASI kurang dari 6 bulan, pemberian makanan padat terlalu dini dan tidak dilakukan secara bertahap.5

Jadi, untuk mengurangi risiko alergi pada anak, sebaiknya Bunda memberikan ASI eksklusif selama minimal 6 bulan, memberikan makanan padat secara bertahap pada anak mulai usia 4-6 bulan, menghindari pajanan asap rokok mulai dari masa kehamilan.5

Selain itu, Bunda bisa melakukan 3K: Kenali, Konsultasi, dan Kendalikan gejala alergi. Bila Bunda sudah mengenali gejala alergi pada buah hati, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan saran nutrisi yang tepat, lalu kendalikanlah dengan memberikan nutrisi tepat.

 

 

 

Reference:

  1. Papathoma E, Triga M, Fouzas S, Dimitriou G. Cesarean Section Delivery and Development of Food Allergy and Atopic Dermatitis in Early Childhood. Pediatric Allergy and Immunology. 2016;27(4):419-424.

  2. Eggesbø M, Botten G, Stigum H, Nafstad P, Magnus P. Is Delivery by Cesarean Section A Risk Factor for Food Allergy?. Journal of Allergy and Clinical Immunology. 2003;112(2):420-426.

  3. Polster H, David M, Buist A, Vollmer W, O'Connor E, Frazier E et al. Caesarean Section Delivery and The Risk of Allergic Disorders in Childhood. Clin Exp Allergy. 2005;35:1466-1472.

  4. Huang L, Chen Q, Zhao Y, Wang W, Fang F, Bao Y. Is Elective Cesarean Section Associated with A Higher Risk of Asthma? A Meta-Analysis. Journal of Asthma. 2014;52(1):16-25.

  5. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia: Pencegahan Primer Alergi. Jakarta: IDAI; 2015. 

ARTIKEL TERKINI

Operasi Caesar: Dapatkah Meningkatkan Risiko Alergi pada Anak?
Kenali Alergi
Operasi Caesar: Dapatkah Meningkatkan...

Alergi pada anak dicetuskan berbagai faktor. Salah satu faktor yang dikemukakan para ahli adalah...

Nutrisi Penting dalam Susu Formula Kedelai bagi Tubuh
CMPA
Nutrisi Penting dalam Susu Formula...

Susu formula kedelai merupakan salah satu alternatif susu yang paling digemari. Harganya yang...

Hal yang Bunda perlu Ketahui Seputar Alergi Susu Sapi
Kenali Alergi
Hal yang Bunda perlu Ketahui Seputar...

Bagaimana bila tiba-tiba buah hati mengalami gatal-gatal dan kulitnya berubah kemerahan setelah...

Gejala Alergi pada Pencernaan
Kenali Alergi
Gejala Alergi pada Pencernaan

Tahukah anda bahwa gejala langsung dari alergi makanan adalah gangguan di saluran pencernaan. Dari...

testaje