10 Makanan yang Mungkin Mengandung Olahan Turunan Susu

Oleh Anisa Rahmadani | 30 Jul 2019
10 Makanan yang Mungkin Mengandung Olahan Turunan Susu

Susu sapi merupakan sumber protein yang populer di dunia. Namun, protein di susu sapi bisa jadi merupakan alergen bagi buah hati yang memiliki risiko alergi. Kekurangan enzim laktase pada pencernaan kita juga dapat menyebabkan intoleransi pada laktosa atau karbohidrat yang terdapat pada susu sapi, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan saat mengonsumsi susu sapi atau produk olahannya. Berbagai reaksi penolakan akan ditunjukkan buah hati yang tubuhnya tidak bisa menerima produk berbasis susu tersebut.

Tindakan yang umum dilakukan untuk mencegah keduanya adalah menghindari sumber penyebabnya. Hanya saja, masalahnya belum selesai hanya dengan menghentikan pemberian susu sapi untuk anak. Hal ini disebabkan karena susu tidak hanya disajikan dalam bentuk minuman, tetapi juga bentuk olahan makanan lain. Produk olahan susu itulah yang mungkin saja bisa ditemukan dalam makanan snack favorit buah hati, seperti biskuit, kue, keju, atau roti manis.

Bila buah hati mengalami dua masalah tersebut, Bunda sebaiknya menjauhkannya dari makanan yang mengandung produk olahan susu. Meski tak mudah karena banyak sekali makanan yang diolah dari susu, dan terkadang pada label komposisi tidak tertulis penggunaan susu, bisa saja dituliskan dengan nama lain yang mungkin terdengar asing bagi Bunda. 

Produk Susu dan Turunannya

Produk olahan susu dan turunannya biasa disebut sebagai dairy product. Produk ini bisa disajikan dalam bentuk siap makan atau bisa juga menjadi bahan dasar untuk berbagai makanan. Produk olahan berbasis susu yang dijual bebas di antaranya adalah:

1. Keju

Keju merupakan produk fermentasi susu, dihasilkan dengan cara memisahkan zat padat dalam susu menggunakan bantuan enzim atau bakteri. Ada banyak jenis keju dan setiap jenisnya dibuat dari dari jenis susu berbeda, dengan proses pembuatan yang berbeda pula.

2. Yogurt

Yogurt juga produk fermentasi susu yang populer. Bunda bisa menemukannya dengan mudah di supermarket atau minimarket. Pada dasarnya, yogurt dapat dibuat dari berbagai jenis susu, termasuk dari soya yang relatif aman dikonsumsi anak yang memiliki alergi atau intoleransi susu sapi. Namun, kebanyakan produk yogurt yang tersedia saat ini terbuat dari susu sapi.

3. Kefir

Kefir adalah minuman kental terbuat dari susu yang difermentasikan menggunakan bibit kefir. Seperti halnya yogurt, kefir juga umumnya terbuat dari susu sapi. Sebagian besar protein susu masih terkandung dalam kefir.

4. Krim

Cara mendapatkan krim susu adalah dengan mengendapkan susu di suhu dingin selama beberapa hari. Krim susu adalah lemak susu yang berada di lapisan atas setelah susu diendapkan. 

Setelah itu, krim diolah menjadi produk krim yang umumnya tersedia dalam bentuk cair, bubuk, atau krim kental siap pakai. Semua jenis krim, termasuk sour cream, termasuk olahan susu yang harus dihindari penderita alergi susu sapi dan intoleransi laktosa.

5. Mentega

Mentega (butter) juga merupakan produk olahan susu sapi karena bahan dasarnya adalah krim susu. Mentega dibuat dengan cara mengocok atau mengaduk krim susu. Ada alternatif untuk mentega yang terbuat dari lemak nabati seperti minyak kelapa yang biasa disebut margarin. 

Walau sebenarnya margarin merupakan produk non-dairy, beberapa produk margarin di pasaran tetap menyertakan olahan susu sapi kedalamnya. Karena itu, Bunda tetap harus memperhatikan label komposisi dari produk tersebut.

6. Es Krim

Es krim adalah makanan favorit hampir semua orang, terutama anak-anak. Sayangnya, es krim umumnya terbuat dari campuran krim yang merupakan produk susu sapi dicampur pemanis makanan. Karena itu, sebaiknya dihindari anak dengan alergi susu sapi dan intoleransi laktosa. .

7. Custard

Custard adalah bahan makanan yang dibuat dari krim atau susu, dicampur kuning telur sehingga membentuk konsistensi lebih kental. Custard juga dikenal dengan sebutan vla yang sering dijadikan sebagai pelengkap puding.

Makanan yang Mungkin Mengandung Olahan Turunan Susu

National Food Service Management Institute memperlihatkan lebih banyak fakta tentang produk olahan susu. Bunda mungkin tidak sadar 10 makanan di bawah ini bisa saja mengandung susu atau turunannya. 

1. Permen

Memang tidak semua permen mengandung turunan susu. Namun, kadang ada permen yang komposisi bahannya menyertakan susu sapi di dalamnya. 

2. Selai

Makanan yang mengandung turunan susu selanjutnya adalah selai. Jenis selai seperti selai cokelat umumnya memiliki kandungan susu skim di dalamnya. Susu skim merupakan jenis susu yang diambil lemaknya sehingga bersifat rendah lemak. Namun, jenis protein yang terkandung di dalamnya masih sama.

3. Produk Olahan Daging 

Daging dapat diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti sosis dan daging asap. Olahan daging ini memang lebih praktis untuk memasak. Namun, beberapa produk olahan daging juga memiliki kandungan turunan susu. Produk olahan daging seperti sosis dan daging asap biasanya diberikan campuran protein susu seperti kasein untuk pengikat, dalam proses pembuatannya.

4. Tuna Kalengan

Tuna adalah salah satu jenis ikan yang sangat baik untuk pertumbuhan anak. Sayangnya, seperti juga produk olahan daging, beberapa produk tuna kalengan mengandung protein susu sapi jenis kasein. Sebaiknya Bunda mencermati komposisinya apakah mengandung produk susu dan turunannya atau tidak.

5. Sereal

Sebelumnya, mungkin banyak orang mengira menggunakan jenis susu lain selain susu sapi pada sereal aman untuk pemilik alergi susu sapi dan intoleransi laktosa. Nyatanya, hal ini tidak sepenuhnya benar. Susu bukan hanya digunakan sebagai pendamping makan sereal. Produk turunan susu sapi justru ditemukan dalam sereal. Banyak produk sereal ditemukan mengandung laktosa.

6. Makanan Beku

Makanan yang mungkin mengandung olahan susu selanjutnya adalah makanan beku seperti nugget dan frozen french fries (kentang goreng beku). Laktosa banyak ditemukan dalam bahan baku produk tersebut. Artinya produk ini juga tidak dapat dikonsumsi anak dengan intoleransi laktosa atau alergi susu sapi.

7. Pancake dan Waffle

Membuat pancake atau waffle sendiri di rumah memungkinkan Bunda menghindari penggunaan susu. Namun, bila ingin membeli bahan instan pembuat pancake dan waffle, atau bahkan membeli dalam bentuk sudah matang, Bunda jangan lupa untuk memperhatikan kembali tabel komposisinya.

8. Biskuit

Snack berbentuk biskuit dijual bebas dan bisa ditemukan di mana-mana. Beberapa merek biskuit populer mungkin dibuat dengan menyertakan bahan susu di dalam komposisinya.

9. Keripik Kentang

Keripik kentang atau jenis keripik lainnya juga bisa mengandung susu dan turunannya. Tidak hanya dari bahan untuk keripiknya saja, tetapi juga bisa dari perasanya, seperti keripik dengan rasa keju atau krim asam, misalnya. Selain itu, laktosa sering juga ditemukan dalam produk sejenis.

10. Mashed Potato Instan

Mashed potato instan juga sering disebut-sebut sebagai jenis makanan yang mungkin mengandung susu. Penambahan mentega dan susu sebenarnya adalah hal yang wajar untuk makanan jenis ini. Hal ini juga mungkin terjadi pada jenis makanan instan lain yang berbentuk bubuk.

Cara Membaca Komposisi pada Label Kemasan

Salah satu cara menghindari makanan yang mengandung produk susu dan turunannya adalah dengan membeli produk dengan label “non-dairy”. Cara ini bisa menjadi salah satu cara paling aman untuk menghindari susu dan turunannya. Namun sayangnya, terkadang produk yang berlabel “non-dairy” pun kerap tidak bebas laktosa. 

Membaca komposisi bahan pada label kemasan makanan atau minuman sebetulnya bisa dilakukan dengan mudah. Rahasianya adalah Bunda tahu apa yang mesti dicari. 

Dikutip dari The Food Allergy & Anaphylaxis Network, Bunda sebaiknya tidak memberikan makanan yang mengandung komposisi bahan berikut ini kepada buah hati:

  • Mentega (butter)
  • Kasein, kasein hidrolisat, dan kaseinat
  • Keju
  • Krim
  • Curds (dadih)
  • Custard
  • Diacetyl
  • Ghee
  • Laktalbumin
  • Laktoferin
  • Laktosa dan laktulosa
  • Cow’s milkSusu sapi
  • Recaldent
  • Rennet casein
  • Krim asam
  • Whey
  • Yogurt

Jika Anak yang Memiliki Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa

Bunda mungkin sudah bisa membaca label kemasan makanan dan memilih produk yang bebas susu sapi. Kini, saatnya Bunda memastikan pertumbuhan buah hati tidak terhambat meski memiliki alergi susu sapi atau intoleransi laktosa.

1. Nutrisi Alternatif

Susu sangat kaya nutrisi yang baik untuk perkembangan buah hati. Namun, tentunya Bunda tetap harus memenuhi nutrisi buah hati meskipun tanpa susu sapi atau turunannya. National Food Service Management Institute menyarankan Bunda mengganti sosis dan makanan olahan daging lainnya dengan alternatif bahan makanan lain yang lebih segar seperti daging sapi atau daging ayam, misalnya. 

Kalau buah hati senang sekali makan nugget ayam, Bunda bisa menggantinya dengan ayam panggang. Kalau anak senang makan es krim berbasis susu, sebaiknya beralih ke dengan es berbasis buah-buahan seperti sorbet yang tidak mengandung susu. 

2. Susu Pengganti

Beberapa jenis susu yang direkomendasikan untuk pengganti susu sapi adalah susu dengan bahan dasar protein soya ataupun almond. Kelezatan dan nutrisi dari kedua jenis susu ini tidak berbeda jauh dengan susu sapi.

3. Perhatikan Produk Selain Makanan

Bukan hanya produk makanan yang harus Bunda perhatikan. Produk lain, seperti lotion atau krim juga bisa saja mengandung susu sapi dan sebaiknya dihindarkan dari anak dengan alergi susu sapi. Produk farmasi seperti obat dan multivitamin banyak yang mengandung laktosa yang tentunya harus dihindarkan dari anak dengan intoleransi laktosa.

4. Konsultasikan ke Dokter 

Berkonsultasi dengan dokter anak sangat diperlukan untuk memastikan penyebab reaksi penolakan susu sapi anak yang memiliki alergi susu sapi ataupun intoleransi laktosa. Selain itu, dDokter akan merekomendasikan jenis solusi alternatif nutrisi alternatif yang mungkin dapat menjadi pengganti susu sapi. 

Bunda juga dapat berdiskusi dengan ahli gizi tentang menu makanan harian buah hati agar nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik. Intoleransi laktosa maupun alergi susu sapi adalah kondisi yang perlu mendapat perhatian. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena selain produk susu dan turunannya, masih banyak jenis bahan makanan kaya gizi yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi buah hati.

ARTIKEL TERKINI

10 Makanan yang Mungkin Mengandung Olahan Turunan Susu
CMPA
10 Makanan yang Mungkin Mengandung...

Susu sapi merupakan sumber protein yang populer di dunia. Namun, protein di susu sapi bisa jadi...

Deteksi Dini Alergi Pada Anak
Kenali Alergi
Deteksi Dini Alergi Pada Anak

Deteksi dini gejala alergi bisa membantu orangtua memelihara kesehatan anak secara lebih optimal....

Hal yang Kerap Sebabkan Biduran
Kenali Alergi
Hal yang Kerap Sebabkan Biduran

Biduran kerap dikenal sebagai kaligata/urtikaria, adalah kondisi kulit dengan ruam merah dan gatal....

Aktivitas yang Perlu Diwaspadai Penderita Asma
Kenali Alergi
Aktivitas yang Perlu Diwaspadai...

Berbicara soal alergi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencegah daripada mengobati.

testaje