Kenali Ciri-ciri Alergi Susu Sapi pada Anak Usia 1-3 Tahun

Anisa Rahmadani | 24 Jul 2020
Bagikan:

 

Pada umumnya, alergi susu sapi terjadi pada anak berusia di bawah satu tahun karena sistem pencernaannya yang masih belum sepenuhnya berkembang. Namun, jangan salah, jenis alergi makanan ini juga dapat dialami anak yang berusia 1 hingga 3 tahun. Apa saja ciri-ciri alergi susu sapi yang mungkin muncul? Berikut penjelasannya.

Ciri-ciri si kecil memiliki alergi terhadap susu sapi

Berdasarkan data hasil survei daring yang diterbitkan oleh Sari Pediatri, prevalensi alergi makanan pada anak usia kurang dari 3 tahun di Jakarta berkisar 10,5 persen.

Tiga puluh persen anak dengan diagnosis alergi makanan dari yang terduga alergi makanan. Berdasarkan laporan orangtua, jenis keluhan paling sering alergi makanan adalah reaksi kulit berupa dermatitis. Jenis makanan paling banyak penyebab alergi adalah susu sapi.

Sumber lain menyatakan, 1 dari 10 anak mengalami reaksi ketika mengonsumsi susu sapi. Oleh karena itu, Bunda perlu mengetahui apa saja ciri-ciri ketika anak menunjukkan memiliki alergi susu sapi.

Ciri-ciri yang muncul berbeda pada setiap anak. Selain itu, reaksi alergi dapat muncul secara langsung atau setelah beberapa saat setelah minum atau makan produk yang memiliki protein susu sapi.

Gejala yang dapat muncul secara langsung di antaranya:

● Biduran atau ruam di kulit

● Mengi (napas bengek)

● Gatal dan kemerahan (dermatitis atau eksem)

● Mulut, lidah, atau tenggorokan bengkak

● Batuk

Gangguan pernapasan seperti sesak napas

● Muntah

Lalu, gejala atau ciri-ciri alergi susu sapi yang dapat muncul setelah beberapa saat, termasuk:

● Diare atau feses berair, yang mungkin disertai darah

● Eksem menjadi lebih parah

● Keram atau nyeri perut

● Hidung berair atau meler

● Mata berair

Selain itu, terdapat reaksi alergi parah atau disebut anafilaksis. Susu sapi juga dapat menyebabkan jenis reaksi alergi ini. Anafilaksis sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan si kecil.

Ciri-ciri dari anafilaksis antara lain:

● Kesulitan atau berbunyi saat bernapas

● Kesulitan berbicara atau suara serak

● Batuk tak kunjung mereda

● Pusing hingga pingsan

● Pucat dan lemas

Membedakan alergi susu dan intoleransi laktosa

Bunda mungkin mengalami kesulitan saat membedakan alergi susu sapi dan intoleransi laktosa. Hal ini wajar mengingat keduanya muncul setelah si kecil mengonsumsi susu sapi. Meski demikian, penting untuk mengetahui perbedaan antara keduanya karena cara mengatasinya pun berbeda. 

Alergi susu sapi merupakan reaksi yang berhubungan dengan sistem imun yang membuat tubuh menganggap susu sapi sebagai musuh atau senyawa dapat merugikan. 

Sementara itu, intoleransi laktosa merupakan reaksi yang berhubungan dengan sistem pencernaan yang disebabkan karena ketidakmampuan si kecil untuk mencerna laktosa, jenis gula yang terdapat dalam susu. Hal ini terjadi ketika tubuh kekurangan enzim untuk memecah laktosa.

Untuk mendeteksi intoleransi laktosa, beberapa ciri-ciri yang dapat dialami anak di antara lain:

● Sakit perut

● Kembung

● Sering buang angin karena produksi gas meningkat

● Berat badan anak tidak bertambah

● Diare atau feses berair, terkadang berwarna kehijauan

Beberapa ciri-ciri memang memiliki kemiripan dengan alergi susu sapi. Hal ini yang terkadang menyebabkan sebagian Bunda keliru dalam membedakan alergi susu sapi dan intoleransi laktosa.

Setelah mengetahui data dan ciri-ciri tentang alergi susu sapi, cara paling aman adalah dengan berkonsultasi pada ahli medis atau dokter ketika mendapati reaksi alergi setelah anak minum susu. Dengan begitu, dokter dapat memberikan diagnosis dan menentukan tindakan pengobatan atau perawatan yang tepat.

Kabar baiknya, alergi susu sapi maupun intoleransi laktosa umumnya akan hilang seiring bertambahnya usia. Namun, sebaiknya jangan dulu memberikan susu sapi pada anak sebelum kembali berkonsultasi dengan dokter.

 

Referensi:

Tanukusumah, M., Kurniati, N., Novie, A., Departemen, S., & Anak, I. (2015). Prevalensi Alergi Makanan pada Anak Usia Kurang dari 3 Tahun di Jakarta Berbasi Survei dalam Jaringan/Online. Artikel Asli 365 Sari Pediatri, 16(5). Retrieved from https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/154/157

American Academy of Pediatrics. (2012). Milk Allergy. Retrieved June 22, 2020, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Milk-Allergy.aspx

Mayo Clinic. (2018). Milk allergy - Symptoms and causes. Retrieved June 22, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/milk-allergy/symptoms-causes/syc-20375101

Healthdirect Australia. (2018). Milk intolerance in babies and children. Retrieved June 22, 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/milk-intolerance-in-babies-and-children

Department of Health & Human Services, State Government of Victoria, Australia. (n.d.). Cow’s milk allergy. Retrieved June 22, 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/cows-milk-allergy

Image Footer Alergi Anak