Mengatasi Alergi Debu

Oleh Anisa Rahmadani | 16 May 2019
Mengatasi Alergi Debu

Oleh: dr. Fidelis Jacklyn Adella

Alergi debu dapat menjadi sumber frustasi bagi orang tua. Debu terdapat di mana-mana sehingga sangat sulit untuk dapat menghindari debu sepenuhnya. Akibatnya, mencegah reaksi alergi debu pada buah hati dapat terlihat seperti mustahil.

Debu sebenarnya terdiri atas berbagai komponen. Bila buah hati Bunda dikatakan menderita alergi debu, ia dapat alergi terhadap salah satu komponen yang membentuk debu, misalnya tungau debu (serpihan tubuhnya maupun kotorannya), kecoak, spora jamur rumah, spora tanaman, atau rambut, liur, urin, atau serpihan kulit binatang peliharaan.1,2

Ada baiknya Bunda mencari tahu komponen debu mana yang mencetuskan reaksi alergi pada buah hati. Ini dapat membantu Bunda mengetahui pasti apa yang perlu dihindari dengan berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat mendiagnosis komponen tersebut melalui pertanyaan maupun dengan tes kulit (skin-prick atau patch test).3

Mengatasi Gejala Alergi Debu dengan Obat-obatan

Gejala alergi debu biasanya bermanifestasi pada mata (mata merah, berair, gatal), hidung (hidung meler, gatal, bersin-bersin), dan kulit (kulit merah dan gatal).4 Obat-obatan di bawah ini dapat membantu mengurangi gejala alergi buah hati.5,6

Antihistamin

Antihistamin mengurangi pelepasan histamin yang dilepaskan saat tubuh mengalami reaksi alergi. Contoh antihistamin yang dijual bebas adalah cetirizine dan loratadine.

Dekongestan

Dekongestan mengurangi pembengkakan jaringan sebagai respon alergi yang memproduksi cairan dan lendir pada saluran pernapasan, atau kemerahan pada mata. Beberapa dekongestan dijual bebas contohnya pseudoefedrin.

Kortikosteroid

Kortikosteroid bekerja dengan mengurangi reaksi peradangan, dapat berupa obat yang diminum, semprot atau tetes hidung, tetes mata, atau salep/krim kulit. Kebanyakan kortikosteroid perlu instruksi resep dokter.

Selain obat-obatan di atas, gejala alergi pada hidung berupa hidung mampat dapat diatasi dengan larutan garam tetes hidung yang dapat dibeli di apotek dan tetes mata air mata buatan untuk memberi rasa nyaman pada mata.

Mengurangi Timbulnya Reaksi Alergi Debu

Penanggulangan reaksi alergi yang paling efektif adalah menghindari pencetusnya, termasuk dalam kasus alergi debu. Mustahil mengharapkan rumah bebas debu sepenuhnya, tetapi Bunda dapat melakukan tips berikut ini untuk meminimalkan debu di rumah.1,5

  • Ganti karpet rumah dengan permukaan yang rata, misalnya ubin atau kayu, untuk meminimalkan debu yang dapat berdiam pada permukaan karpet dan agar pembersihannya mudah.

  • Cuci seprai dan sarung-sarung bantal secara berkala dengan air panas untuk membunuh tungau debu.

  • Bersihkan rumah dari debu secara berkala menggunakan penyedot debu atau sapu, serta dengan lap/pel basah. Saat membersihkan rumah hingga beberapa jam setelahnya, usahakan agar buah hati yang alergi tidak berada dalam ruangan karena selama proses pembersihan, debu akan beterbangan dan dapat mencetuskan reaksi alergi. Penggunaan lap/pel basah dapat meminimalkan hal ini.

  • Pastikan rumah bebas jamur. Jamur biasa muncul pada tempat-tempat lembap, misalnya di plafon yang lembap karena kebocoran.

  • Gunakan seprai dan sarung bantal antidebu.

  • Jika memiliki hewan peliharaan, pastikan ia tidak masuk ke kamar buah hati yang alergi

  • Minimalkan jumlah perabot dan barang lainnya di rumah. Banyaknya barang merupakan tempat berkumpulnya debu dan membuat rumah sulit dibersihkan.

  • Gunakan dehumidifier (pengurang kelembapan) untuk mengurangi jumlah tungau debu di rumah.

  • Gunakan penyaring udara HEPA (high-efficiency particulate air) di rumah

Jika buah hati mengalami gejala-gejala alergi debu, segera bawa ke dokter untuk pertolongan pertama. Selain itu, Bunda perlu memahami tentang penerapan 3K: Kenali, Konsultasi dan Kendalikan gejala alergi. Bila Bunda sudah mengenali gejala alergi pada buah hati, konsultasikanlah kepada Dokter untuk mendapatkan saran yang tepat, lalu kendalikanlah dengan penanganan tepat.

 

 

 

Reference:

1. Nurmatov U, Van Schayck CP, Hurwitz B, Sheikh A. House dust mite avoidance measures for perennial allergic rhinitis: an updated Cochrane systematic review. Allergy. 2012;67(2):158–165.

2. Tischer C, Chen C-M, Heinrich J. Association between domestic mould and mould components, and asthma and allergy in children: a systematic review. Eur Respir J. 2011;38(4):812–824.

3. Supinda Bunyavanich, Jennifer S. Kim, Scott H. Sicherer. Diagnosis of Allergic Disease. Dalam: Nelson Textbok of Pediatrics. 20 ed. Philadelphia: Elsevier; 2016. hlm. 1078–81.

4. Jacquet A. Innate Immune Responses in House Dust Mite Allergy. ISRN Allergy. 2013;2013.

5. Supinda Bunyavanich, Jennifer S. Kim, Scott H. Sicherer. Principles of Treatment of Allergic Disease. Dalam: Nelson Textbok of Pediatrics. 20 ed. Philadelphia: Elsevier; 2016. hlm. 1082–7.

6. Calderón MA, Kleine-Tebbe J, Linneberg A, De Blay F, de Rojas DHF, Virchow JC, dkk. House dust mite respiratory allergy: an overview of current therapeutic strategies. J Allergy Clin Immunol Pract. 2015;3(6):843–855.

ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERKINI

Mengatasi Alergi Debu
Kenali Alergi
Mengatasi Alergi Debu

Alergi debu dapat menjadi sumber frustasi bagi orang tua. Debu terdapat di mana-mana sehingga...

Makanan yang Kerap Picu Alergi
Kenali Alergi
Makanan yang Kerap Picu Alergi

Apakah Bunda mencurigai buah hati memiliki alergi makanan? Dikutip dari Siregar dalam Jurnal Sari...

Mitos dan Fakta Seputar Susu Soya
CMPA
Mitos dan Fakta Seputar Susu Soya

Susu yang diformulasikan dari isolat protein soya dikenal bermanfaat dan direkomendasikan tenaga...

Hal yang Kerap Sebabkan Biduran
Kenali Alergi
Hal yang Kerap Sebabkan Biduran

Biduran kerap dikenal sebagai kaligata/urtikaria, adalah kondisi kulit dengan ruam merah dan gatal....

testaje