5 Tips Jaga Daya Tahan Tubuh si Kecil yang Alergi Susu Sapi

Anisa Rahmadani | 08 Jul 2020
Bagikan:

Bunda, si Kecil alergi susu sapi? Apakah setelah si Kecil meminum susu sapi, tubuhnya menunjukkan gejala-gejala alergi, seperti diare, ruam pada kulit, atau hidung tersumbat/pilek? Gejala-gejala tersebut merupakan gejala umum yang mungkin terjadi pada si Kecil dengan alergi susu sapi.

Bunda mungkin bertanya-tanya apakah dibutuhkan cara khusus untuk menjaga daya tahan tubuh si Kecil agar ia terlindung dari paparan penyakit. Menurut dr Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK, cara meningkatkan daya tahan tubuh anak alergi susu sapi sama saja dengan anak yang tidak punya alergi, yaitu dengan menjalankan pola hidup sehat setiap hari. Simak yuk 5 tips dari dr Dian di bawah ini:

  1. Hindari Makanan yang Mengandung Susu Sapi dan Produk Turunan Susu

    Cara mengatasi alergi pada si Kecil yang paling utama adalah dengan menghindari makanan yang mengandung susu sapi. Beberapa di antaranya adalah mentega, krim keju, yoghurt, sereal, roti, biskuit dan kue. Usahakan agar Bunda selalu membaca komposisi bahan makanan pada kemasan. Langkah paling aman adalah memasak sendiri makanan dan camilan untuk si Kecil. Jika ada kandungan susu pada resep Bunda, ganti dengan bahan alternatif pengganti susu.

  2. Komposisi Zat Gizi Harus Lengkap

    Sama seperti anak yang tidak alergi susu sapi, pastikan komposisi zat gizi pada makanan si Kecil tetap lengkap. Komposisi karbohidrat 50-60% dari total kalori, protein 15-25% dari total kalori, lemak 25-35% dari total kalori, serta vitamin dan mineral. Artinya di dalam satu piring, isi 1/2 piring dengan sayur dan buah-buahan. Lalu isi 1/2 piring sisanya dengan 2/3 makanan pokok seperti nasi atau roti dan 1/3 lauk-pauk. Bunda dapat melihat ilustrasinya di internet dengan mencari kalimat ISI PIRINGKU yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan.

  3. Pengganti Susu Sapi Bantu Penuhi Kebutuhan Gizi

    Menurut dr. Dian, susu dapat membantu mencukupi kebutuhan kalori dan gizi si Kecil. Pada anak alergi susu sapi, susu formula soya terfortifikasi dapat menjadi pilihan nutrisi untuknya. Kualitas gizi pengganti susu punya peran penting dalam mendukung tumbuh kembang si kecil. Oleh karena itu susu formula soya terfortifikasi biasanya sudah dilengkapi berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan si Kecil sesuai tahapan usianya.

  4. Peran Penting Vitamin C, D, dan E

    Beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh di musim penyakit adalah vitamin C, D, dan E. Di dalam bahan makanan, vitamin C dapat ditemukan pada buah dan sayuran seperti jeruk, jambu biji, lemon, brokoli, kembang kol dan paprika. Hati sapi, telur, ikan dan susu yang difortifikasi mengandung vitamin D. Vitamin E dapat diperoleh dari kacang-kacangan dan minyak sayur. Tetap perhatikan reaksi si Kecil ketika mengonsumsi makanan tersebut ya, Bunda.

  5. Hidup Bersih dan Aktif

    Meskipun kebutuhan gizi si Kecil sudah tercukupi, Bunda tetap harus mendorong si Kecil untuk hidup bersih dan aktif. Biasakan ia mencuci tangan selama 30 detik setiap sebelum dan sesudah makan, serta setelah memegang barang-barang. Ajak ia beraktivitas fisik secara rutin dengan bermain atau senam. Namun, selama masa pandemi ini, keluar rumah hanya saat benar-benar perlu dan jangan lupa pakaikan si Kecil masker serta terapkan jarak fisik yang aman dengan orang lain.

Source:

Kulwhap dengan dr. Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK pada tanggal 9 Mei 2020 dengan topik “Bijak Pilih Menu Makanan untuk Jaga Kesehatan si Kecil yang Alergi Susu Sapi”

Vieira et al. BMC Pediatrics 2010, 10:25. A survey on clinical presentation and nutritional status of infants with suspected cow milk allergy

http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/waspadai-alergi-susu-sapi-pada-bayi

 

Image Footer Alergi Anak