Facebook Pixel Code 7 Cara Seru Stimulasi Perkembangan Otak Bayi

7 Cara Seru Stimulasi Perkembangan Otak Bayi

7 Cara Seru Stimulasi Perkembangan Otak Bayi

7 Cara Seru Stimulasi Perkembangan Otak Bayi

Cara Seru Stimulasi Perkembangan Otak Bayi

Tiga tahun pertama balita adalah masa emas saat perkembangan otak bayi berjalan begitu cepat. Masa pertumbuhan kritis ini harus dibarengi dengan aktivitas dan rutinitas sehari-hari yang edukatif sekaligus menyenangkan, supaya anak bisa memenuhi potensi terbaik dirinya.

Aktivitas Seru untuk Stimulasi Perkembangan Otak Balita

Tentunya Bunda ingin buah hati tumbuh bukan hanya sehat jasmani, melainkan juga cerdas, kreatif, supel, dan percaya diri. Coba tujuh aktivitas seru untuk stimulasi perkembangan otak balita di bawah ini:

  1. Eksplorasi Tekstur

Balita banyak bergantung kepada kemampuan sensorik mereka, antara lain indra peraba, penciuman, dan perasa. Ini semua adalah cara mereka belajar memahami dunia di sekelilingnya. Jadi, Bunda sangat dianjurkan untuk mengenalkan benda-benda dengan tekstur yang berbeda-beda setiap harinya.

Penuhi ruang main balita dengan pernak-pernik atau mainan yang aman untuk dijelajahi buah hati. Temani balita bermain di luar untuk meraba pasir, menyentuh air, kapas hingga daun dan bebatuan. Sama halnya dengan makanan dan suara; selalu perkenalkan hal-hal baru dan dampingi balita setiap saat.

  1. Membaca & Bernyanyi

Sebelum balita mahir membaca, ia akan belajar sekitar sembilan kosakata baru setiap hari melalui apa yang didengarnya. Karena itu, sisihkan waktu setiap hari untuk membaca minimal 15 menit bersama buah hati. Hal ini dapat melatih perkembangan otak, konsentrasi, sekaligus keterampilan linguistik balita.

Jika Bunda sulit mencari bahan bacaan setiap harinya, coba ajak si buah hati menyanyi lagu- lagu anak-anak setiap hari. Buah hati bisa belajar kosakata baru dari lirik lagu yang dinyanyikannya. Tentu ini akan menjadi momen belajar yang seru dan asyik kan, Bun.

        3. Bertanya Deskriptif

Bunda boleh mencoba gaya komunikasi yang menitikberatkan pertanyaan deskriptif. Misalnya, saat menunjukkan gambar kelinci, tanyakan “Apa ini nak, yang telinganya panjang dan senang makan wortel?”. Pertanyaan seperti ini akan memberi stimulasi agar balita menyerap lebih banyak informasi untuk dicerna, dibandingkan pertanyaan singkat “Apa ini?”.

       4. Mainan Edukatif

Jika Bunda harus memilih mainan untuk balita, prioritaskan fungsi dan kualitas dibandingkan harganya. Mainan sederhana seperti bola, puzzle, building blocks, atau sortir bentuk bisa jadi pilihan Bunda untuk stimulasi otak balita yang paling maksimal.

      5. Independensi

Berikan anak kesempatan untuk belajar sendiri seiring pertumbuhan usianya. Terutama saat memasuki usia 18 bulan-2 tahun, balita akan sangat senang menunjukkan kemampuan melakukan sesuatu hal tanpa dibantu; misalnya menyisir rambut atau mengenakan pakaian. Bantu dan dampingi balita dengan kesabaran demi stimulasi otak optimal ya, Bun.

        6. Aktif yang Positif

Bukan aktif sekadar selalu aktif bergerak dan tidak teratur. Cari aktivitas seru yang bisa mendorong si balita tetap aktif secara terarah. Bunda bisa mengajarinya menari atau melakukan olahraga ringan bersama, memukul alat musik, melukis, atau seluncuran di perosotan. Aktivitas fisik bisa membantu pelepasan energi sambil membuat balita semakin memahami dunia sekitarnya.

       7. “Bermain Pura-Pura”

Aktivitas seru yang (hampir selalu) gratis dan selalu menyenangkan? Ada, Bun! Coba bermain pura-pura (play pretend) pada setiap kesempatan bersama balita. Bermain pura-pura akan menantang anak mengolah imajinasi sekaligus mengasah kemampuan kognitifnya. Ajak balita berpura-pura jadi astronot, chef andal, atau pemilik salon. Dijamin bunda dan balita bisa menghabiskan waktu positif bersama dengan berbagai cerita seru.

Apa aktivitas seru yang sering Bunda lakukan bersama buah hati? Tujuh aktivitas di atas bisa jadi inspirasi Bunda untuk membantu buah hati menjadi generasi maju. Ingat untuk selalu mendampingi dengan sabar. Cari kesempatan untuk menjadikan setiap momen bersama penuh arti dan menyenangkan.

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Tahukah Bunda, Kekurangan Zat Besi ...

Tak hanya menghambat kemampuan belajar, simak beberapa dampak kekurangan Zat Besi yang dapat...

Catat! Ini Pentingnya Zat Besi ...

Kekurangan Zat Besi masih menjadi masalah bagi sebagian anak Indonesia. Kondisi ini bahkan memiliki...

Ini Dia Alternatif Nutrisi Pengganti ...

Salah satu nutrisi esensial yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan si Kecil adalah Zat Besi, yang...

Tanggap Ciri Alergi Susu Sapi ...

Bunda perlu tanggap jika anak mengalami alergi, salah satunya dengan tahu ciri alergi susu sapi dan...

Apakah Susu Pertumbuhan Terfortifikasi Bermanfaat ...

Kebutuhan nutrisi si Kecil selalu menjadi prioritas utama pada setiap orang tua. Orang tua tentu...

8 Nutrisi Ini Bisa untuk Bantu ...

Si Kecil yang memasuki usia 1-3 tahun akan mengalami masa pertumbuhan yang signifikan karena pada...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut

Butuh Bantuan