Facebook Pixel Code 5 Cara Mendidik Anak Agar Cerdas dan Pintar

5 Cara Mendidik Anak Supaya Tumbuh Pintar dan Cerdas

5 Cara Mendidik Anak Supaya Tumbuh Pintar dan Cerdas

5 Cara Mendidik Anak Supaya Tumbuh Pintar dan Cerdas

Salah satu kewajiban orang tua adalah mengetahui cara mendidik anak untuk dapat membimbingnya dengan baik supaya kelak memiliki karakter yang positif dan juga pintar dalam menghadapi segala hal di dalam hidupnya. Oleh karena itu, Ibu perlu memperkaya diri dengan berbagai pola pengasuhan dan mempelajari apa saja yang perlu diajarkan sejak dini pada si Kecil. Simak ulasan mengenai beberapa tips atau cara membuat anak pintar dan cerdas yang bisa Ibu terapkan selama membimbing anak berikut ini.

 

Baca juga: Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak

 

Apa tujuan mempelajari cara mendidik anak?

Dilansir dari Scientific American di tahun 2015 pada artikel yang berjudul The Secret to Raising Smart Kids, sebagian besar orang masih menganggap kecerdasan atau skill merupakan kunci dari keberhasilan. Padahal, sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa terlalu berfokus pada kedua hal tersebut justru dapat membuat individu lebih mudah mengalami kegagalan, takut akan tantangan, dan tidak mau belajar.

Hal yang lebih penting adalah Ibu perlu lebih berfokus pada proses pertumbuhan si Kecil. Pencapaian memang penting, akan tetapi proses untuk meraihnya merupakan aspek yang lebih penting.

Pintar bukan berarti harus memiliki nilai yang baik di sekolah atau juara dalam berbagai kompetisi. Cara mendidik anak yang sebaiknya dilakukan adalah agar kelak si Kecil pintar dalam menjalani hidup dan selalu termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Dikutip dari First Things First di Tennesse, sekelompok psikolog dari Harvard menuturkan beberapa strategi atau tips mendidik anak yang mungkin bisa menjadi acuan untuk orang tua:

Selalu menyempatkan untuk berinteraksi dengan anak

Sebagian besar orang tua sudah pasti akan menghabiskan waktu bersama si Kecil. Namun, Anda dianjurkan untuk tidak hanya menemani mereka bermain saja, tetapi  juga ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatannya sebagai salah satu cara membuat anak cerdas dan pintar.

Ajak si Kecil untuk bermain bersama, contohnya seperti membaca buku atau aktivitas fisik seperti jalan-jalan santai. Selain itu, pelajari juga bagaimana cara ia bersosialisasi apabila sudah memasuki usia sekolah.

Dengan mengajak interaksi atau mengobrol, Anda akan mengetahui siapa saja teman yang ia suka dan kemudian Anda juga dapat mengajarkan beberapa hal penting dalam bersosialisasi.

Menjadi contoh baik agar si Kecil mengikutinya

Apabila Anda berekspektasi si Kecil untuk memiliki perilaku tertentu, lakukan terlebih dulu perilaku tersebut. Anak-anak akan lebih mudah belajar dengan melihat kebiasaan atau perilaku yang dilakukan orang tua.

Semua hal akan diikuti oleh si Kecil, mulai dari cara Anda merawat diri sendiri, bersosialisasi, menghadapi sebuah masalah pribadi hingga cara mengontrol emosi ketika mengajarkan si Kecil tentang hal yang salah dan benar. 

Dengan kata lain, orang tua perlu memberi contoh perilaku kepada si Kecil. Cara mendidik anak seperti ini lebih efektif bila dibandingkan dengan hanya menyuruh secara verbal.

Ajarkan si Kecil untuk bisa menghargai sesuatu dan selalu bersyukur

Kata-kata seperti "terima kasih", "tolong", dan "sama-sama" merupakan langkah sederhana yang bisa mulai diajarkan orang tua sebagai cara menghargai sesama.

Contohnya Ibu bisa memberikan tugas yang sesuai kemampuannya lalu menyampaikan "terima kasih" setiap kali ia selesai melakukannya. Dengan demikian, si Kecil kelak dapat lebih menghargai orang lain.

Berikan penghargaan setiap si kecil berhasil melakukan sesuatu

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, setiap kali Anda mendapati si kecil melakukan sebuah hal positif, selalu berikan pujian atau bentuk penghargaan. Pujian dari orang terdekat merupakan salah satu hadiah berharga bagi anak.

Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter tentang bagaimana cara untuk mendorong si kecil untuk melakukan kegiatan positif beserta cara membimbingnya. 

Dorong anak untuk mengambil risiko dan mengalami kegagalan

Meski orang tua secara alami akan selalu melindungi si Kecil dan menjauhkannya agar tidak merasa kesal atau marah, membiarkan ia mengambil risiko dan merasakan kegagalan dapat mengajarkan ia skill penting dalam hidup sejak dini.

Rasa takut akan muncul jika anak tidak terbiasa mengambil risiko dan melakukan hal yang mungkin saja merupakan langkah terbaik dan perlu dilalui. Ketika Anda mendorong anak untuk gagal sejak dini, rasa takut ketika ia dewasa dalam menghadapi persoalan hidup akan berkurang.

Cara mendidik anak agar pintar tidak selalu harus duduk di meja belajar dan mempelajari berbagai mata pelajaran. Dengan memperkenalkan si Kecil pada dasar-dasar kehidupan, pencapaian akan mengiringi semua proses tersebut dan ia akan lebih pintar menghadapi tantangan.

 

Referensi:

Dweck, C. S. (2015). The Secret to Raising Smart Kids. Scientific American.

https://doi.org/10.1038/scientificamericangenius0115-76

Baumgardner, J. (2017, September 7). 5 Tips for Raising Good Kids.

Retrieved September 14, 2020,

from https://firstthings.org/5-tips-for-raising-good-kids/

American Academy of Pediatrics. (2019, July). 5 Secrets to a Smarter Baby:

School Readiness Can Start Now. Retrieved September 28, 2020, from HealthyChildren.org

website: https://www.healthychildren.org/English/ages-stages

/baby/Pages/The-Secret-to-a-Smarter-Baby.aspx

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

5 Cara Mendidik Anak Usia Dini ...

Bagaimana cara mendidik anak usia dini agar tumbuh kembangnya optimal? Simak informasi lengkapnya...

Bunda, Pahami Perkembangan Emosi Anak ...

Memahami tahapan perkembangan emosi anak dari usia 1 hingga 5 tahun sangat penting. Dengan begitu,...

5 Cara Mudah Supaya Anak Cerdas ...

Tahukah Bunda bahwa cara membuat anak pintar yang tepat adalah dengan melakukannya secara holistik?...

5 Makanan Sumber Nutrisi Otak Anak

Makanan sehat bergizi sumber nutrisi otak anak yang dapat menunjang perkembangan tidak harus selalu...

Tahapan Penting Perkembangan Balita

Balita adalah tahapan pertumbuhan di usia 2 hingga 4 tahun. Simak bagaimana si Kecil menunjukkan...

Penyebab Anak Kurang Gizi dapat ...

Kurang gizi merupakan penyebab utama terjadinya stunting. Ketahui penyebab kurang gizi agar dapat...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut