Facebook Pixel Code 12 Tips Mengatasi Mual Saat Hamil

12 Tips Mengatasi Mual Saat Hamil

12 Tips Mengatasi Mual Saat Hamil

12 Tips Mengatasi Mual Saat Hamil

Biasanya wanita yang baru hamil mengalami mual dan muntah (sering disebut "morning sickness”), dimulai sekitar minggu keenam kehamilan. Faktanya, 50-80% wanita hamil mengalami gejala morning sickness. Morning sickness diyakini sebagai akibat dari meningkatnya hormon yang melonjak dalam tubuh selama kehamilan.

Meskipun dinamakan morning sickness, namun intensitas dan lamanya gejala tidak terbatas pada pagi hari saja. Malah gejala mual dan pusing ini bisa terjadi kapan saja. Kabar baiknya, gejala-gejala ini tidak berbahaya bagi Bunda atau janin dan biasanya sembuh sendiri pada minggu ke-12 kehamilan, kecuali cukup parah sampai menyebabkan dehidrasi yang signifikan atau Bunda mengalami penurunan berat badan yang siginifikan.

Bunda pastinya akan menemukan berbagai tips untuk mengatasi mual saat hamil. Jangan ragu untuk bereksperimen karena pengalaman masing-masing calon ibu berbeda-beda dan Bunda tidak akan pernah tahu cara apa yang mungkin berhasil di hari-hari tertentu saat mengalaminya. Klik TIPS MENGATASI MUAL SAAT HAMIL untuk hal-hal spesifik yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala morning sickness yang biasanya berhasil untuk beberapa wanita.

Selalu ingat untuk tetap terhidrasi ya, Bun! Selama kehamilan, tubuh membutuhkan sekitar 8-13 gelas (250 ml) cairan setiap hari untuk mendukung perkembangan, nutrisi, dan keberlangsungan hidup janin. Jika Bunda merasa kurang makan karena mual, asupan cairan pastinya harus ditingkatkan. Muntah pun dapat menyebabkan hilangnya banyak air, nutrisi, dan elektrolit dalam tubuh, oleh karena itu Bunda harus memastikan untuk minum ½ gelas tambahan hingga 1 gelas cairan setiap kali sehabis muntah.

Jika rasa mual tidak kunjung reda, bicarakan dengan dokter mengenai pilihan Bunda. Dokter mungkin akan merekomendasikan jahe, vitamin B6, atau penyesuaian pola makan lainnya. Segera hubungi dokter jika Bunda tidak dapat menyimpan makanan atau cairan selama 24 jam. Jenis pengalaman ini bisa menjadi tanda hiperemesis gravidarum (muntah yang parah dan berlebihan), yang bisa berbahaya bagi Bunda dan si Kecil di dalam kandungan.

TIPS MENGATASI MUAL SAAT HAMIL:

1. Makan sesuatu!

Rasa mual bisa semakin memburuk pada saat kondisi perut sedang kosong, jadi cobalah masukkan makanan selingan yang bergizi seperti buah-buahan segar (jeruk, jeruk bali dan jeruk keprok) atau biskuit gandum utuh sepanjang hari. Rencanakan pola makan yang lebih sering namun dalam porsi kecil karena lebih mudah untuk ditoleransi dan juga mencegah perut dari kondisi benar-benar kosong. Simpan camilan di samping tempat tidur sehingga Bunda bisa makan sesuatu di pagi hari - beberapa wanita merasa kondisinya jauh lebih enak dengan makan camilan bahkan sebelum bangun dari tempat tidur!

2. Tetap terhidrasi

Tingkatkan asupan cairan jika Bunda tidak makan terlalu banyak karena mual. Hindari minuman manis dan pastikan juga untuk mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalium (seperti saus apel, pisang, pepaya, blewah, melon, dan air kelapa) dan natrium (seperti kaldu bening dan kaldu ayam).

Jika Bunda kesulitan untuk minum, cobalah minum sedikit dengan sedotan, minum air berkarbonasi, minum air dengan jeruk segar yang diperas, atau hisap es batu yang terbuat dari jus yang dibekukan agar tetap terhidrasi.

3. Coba buat minuman jahe

Coba teh jahe buatan sendiri dengan memarut jahe mentah ke dalam cangkir dengan air panas dan seduh selama tiga menit.

4. Hirup udara segar dalam-dalam

Mengalihkan perhatian dari rasa sakit bisa sangat membantu, lho, jadi buat rencana untuk sekadar keluar dari rumah dan rileks di alam terbuka.

5. Beralihlah ke makanan rendah lemak untuk saat ini

Fokus pada makanan rendah lemak seperti yogurt, buah dan sayuran segar, pasta, dan roti bakar atau biskuit gandum utuh. Tetapi jika Bunda lebih suka roti putih dan biji-bijian, jangan khawatir! Konsumsi gandum utuh saat Bunda merasa lebih baik nantinya.

6. Pilih makanan hambar dibandingkan makanan pedas

Makanan yang kaya bumbu, pedas, asam, dan digoreng dapat menyebabkan iritasi. Ganti menu-menu tersebut dengan lebih banyak makanan dengan rasa yang lebih plain atau tawar (seperti telur, buah-buahan dan sayuran yang mengandung zat tepung seperti pisang dan ubi jalar).

7. Makan makanan yang dingin atau bersuhu ruangan

Makanan yang dingin atau bersuhu ruangan lebih dapat ditoleransi karena bau dan rasanya kurang kuat dibandingkan makanan yang disajikan hangat atau panas. Bunda juga mungkin merasa perut lebih nyaman saat memakan makanan yang lebih dingin karena aromanya tidak akan sekuat itu.

8. Coba makanan cair dan smoothie

Bunda mungkin merasa lebih mudah untuk minum daripada makan ketika merasa mual. Coba makan sup atau smoothie, seperti smoothie yang menghidrasi kembali ini:

Bahan:

1 buah pisang

1 gelas air kelapa (tawar atau dengan rasa)

½ cangkir buah segar atau beku seperti persik, jeruk, nanas, semangka, atau beri

Cara membuat :

Campurkan semua bahan dalam food processor atau blender, aduk hingga rata dan sajikan dingin.

9. Kenakan pakaian yang nyaman

Coba kenakan pakaian yang longgar dan tidak ketat, terutama di bagian pinggang.

10. Konsumsi makanan

Zat besi dalam suplemen mungkin akan membuat perut menjadi tidak nyaman. Pastikan mengonsumsinya dengan makanan (idealnya makanan atau camilan dalam jumlah besar) untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Jika Bunda menduga vitamin prenatal merupakan penyebab perut tidak nyaman, bicarakan dengan dokter tentang alternatif dengan lebih sedikit zat besi dan fokus pada peningkatan sumber makanan dari zat besi.

11. Hindari pemicu mual

Catat apa saja yang memicu mual dan coba untuk menghindarinya. Pemicu dapat termasuk makanan tertentu, pemandangan, bau, dan bahkan suara.

12. Hindari pemanis buatan dan kafein

Pemanis buatan dan kafein dapat memperburuk gejala morning sickness bagi sebagian wanita.

13. Minum susu hamil

Minum susu hamil dapat bantu melengkapi asupan nutrisi Bunda, terutama apabila Bunda mengalami mual mutah selama kehamilan.

Artikel Lainnya di Tahapan Kehamilan & Menyusui Trimester 1

Hati-hati, Ini 5 Daftar Makanan yang ...

Salah satu makanan yang dilarang untuk Ibu hamil adalah daging. Mengapa demikian? Temukan juga...

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan ...

Mengetahui usia kehamilan dengan cara menghitung menggunakan kalkulator manual, Bunda dapat...

Susu dan Olahannya, Alternatif Makanan ...

Susu dan olahannya adalah makanan sehat untuk ibu hamil yang dapat memberikan kesehatan jantung,...

Manfaat Senam Hamil dan Hal ...

Selain tahu lebih banyak soal manfaat senam ibu hamil, cari tahu juga gerakan apa saja yang perlu...

Catat Ya Bun, Berikut 6 Makanan ...

Cari tahu yuk, apa saja bahan-bahan dan jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil serta pelajari...

Asam Folat Penting Bagi Ibu ...

Salah satu nutrisi penting 1000 hari kehidupan bayi di dalam kandungan adalah asam folat. Berikut...


Artikel Terpopuler

Perkembangan Janin Kehamilan Trimester 1

Baca Selengkapnya >

Optimalkan Periode Emas

Baca Selengkapnya >

Pergerakan Janin Trimester Kedua ...

Baca Selengkapnya >

7 Kiat Atasi Gejala Pusing & ...

Baca Selengkapnya >

Tahapan Perkembangan Janin pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjutSAYA SETUJU